Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2011

MENGAPA DINAMAKAN SUMPAH PEMUDA?

Mengapa Sumpah pemuda? Bukan supah pemudi atau penggabungan keduanya? Pertanyaan ini sama seperti pertanyaan saya di kelas sastra Inggris, kenapa “orang” dalam bahasa inggris disebut juga “man” yang berarti lain adalah laki-laki, dan bukan “women” yang berarti juga wanita, atau sebutan dia untuk Tuhan dalam bahasa Inggris desebut dengan “He” yang berarti juga dia untuk laki-laki, dan bukan memakai “She” yang berarti juga dia untuk perepuan. Dan dosen saya tidak pernah berhasil bisa menjawab, dan malah menyuruh saya mencari jawabannya sendiri dengan memcari di perpustakaan-perpustakaan yang menyimpan buku-buku satra Inggris lama. Sumpah pemuda, peristiwa yang telah berlalu 83 tahun yang lalu, apakah ketika itu tidak ada perempuan yang turut serta? Dalam peristiwa yang menjadi tonggak awal proses kemedekaan bangsa Indonesia, dimana kaum muda dari seluruh penjuru nusantara berkumpul, menyatukan tekad, merumuskan kesatuan. Dari sejarah yang saya baca, perempuan ikut juga dalam peristiwa...

Something

sesuatu.... membuat anganku menari melewati serpihan dan noda yang membaur aku menyentuh rasa yang berbeda ketika ku lewati hamparan hijau layaknya permadani ku hirup wangi tanah,,, lembut tak ada debu, tak ada bau tak ada sesak mataku terpejam, lalu mataku kembali layar memberiku gambaran,,, ada senyum, ada tawa, ada semangat, ada haru hujan dan petri terdengar merdu sungai meluap membawa cinta angin berlarian membawa kehangatan dan aku didekapnya, penuh rasa tak mampu kuuraikan sesuatu,,, membuat aku harus berlari dan tertinggalah yang indah yang kurasa mataku menatap langit hitam, bukan malam, bukan mendung, ada tangis, ada putus asa, ada dunia yang kejam (SMAN 4 bekasi, 24 februari 2005)