Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2010

Perempuan Kembang Jepun

Perempuan Kembang Jepun (LAn Fang) Aku belajar bicara pada hening. Kerena sepi tidak akrab denganku. Kematian menciumku, maka merah flamboyan tak cukup terang nyalakan mataku Padahal denyar belum usai. Kuku kisruh masih mencakar-cakar. “andai semua makhluk yang bernapas bisa berterimakasih kepada kesalahan” begitu katamu “kamu baik, hormat, dan sayang padaku, dari dulu, sekarang dan semoga selamanya. Aku bisa mati tanpamu” jawabku pada kabut Karena kau adalah gonjang-ganjing kisruh yang membadai Seperti Isa berseru “Eli,Eli, Lama sabakhtani” darah pun mengucur dari lambungnya Apa yang harus kuseru jika lidah tertikam sepi yang enggan beranjak, kecuali mengadu pada lamunan “ nadaku sumbang suaraku pincang ini bukan lagu yang kumau Aku bukan SIddharta dan Kemala pun tidak Isa dan Maria Magdalena”. Lamunan menyul ap kisruhku menjadi harmoni. Biar sumbang, biar pincang, ada teduh setelah badai. Ia kembang yang mengajariku menyeruput segelas cokelat panas pelan-pelan agar nikmat...

Mahasiswa Pekerja

MAHASISWA PEKERJA Bekasi, bukanlah kota tujuan pendidikan bagi rata-rata orang yang merantau ke sini. mereka datang biasanya adalah untuk mencari pekerjaan, terutama menjadi buruh pabrik, seperti kita ketahui Bekasi merupakan tempat industry yang cukup besar di Indonesia. orang-orang datang ke Bekasi dengan harapan bisa mencari rejeki dengan bermodal ijazah setingkat sekolah menengah atas, lalu bekerja di pabrik-pabrik atau pusat-pusat perbelanjaan di kota pinggiran Jakarta ini. namun sebagai manusia yang terus ingin belajar mereka yang merantau hanya untuk bekerja juga akhirnya ada keinginan untuk melanjutkan pedidikan ke tingkat Perguruan Tinggi. Maka tidak sulit bagi mereka untuk mencari kampus yang bisa menyesuaikan dengan waktu kerja mereka. karna rata-rata perguruan tinggi di Bekasi biasa di sebut “kampus karyawan”, kampus yang dikhususkan untuk karyawan-karyawan yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. jadwal kuliah di kampus-kampus karyawan biasanya memiliki tiga...

Di Awal Pekan

Di Awal Pekan senin, 22 11 2010 Senin, adalah awal hari bagi pekan. Sudah memasuki minggu ke tiga bulan ini, dimana waktu tak akan bergulir pada bulan yang baru. Aku pernah meratap di awal bulan tapi bersorak di akhir bulan. Semua permainan sang waktu. Kunikmati saja sampai kapanpun memang akan begitu. Roda waktu harus berputar, baru bisa berjalan. Kadang di bawah, kadang di atas. Semua biasa, kita saja yang kadang berlebihan . cobalah untuk nikmati waktu, biar tangis terurai, atau tawa terbahak. Banyak orang ku temui, ada yang menganggap hidup ini adalah lelucon hingga semua bisa ditertawakan, ada yang menganggap hidup ini system, maka berputar saja di dalam system agar kau tak terasingkan. Ada yang menganggap hidup ini rangkaian kata yang bisa dijadikan puisi indah. Ada yang menganggap hidup ini samsara, maka semua hidup adalah derita. Hampir gila jika kita terpenjara dalam satu anggapan saja, ramu lah semua anggapan yang memang bisa dipadupadan, semua tak ada yang s...

Si Luka Bahagia

Telah banyak tau engkau tentang duka, air yang bercucuran, mendung, dan engkau tersenyum dalam ini Si Luka Bahagia orang menyebutmu begitu tak ada yang mampu memaknakan hidupmu engkau dingin layak angin pembawa hujan engkau kelabu layak awan pembawa badai tapi dalam itu engkau penuh harap tak harap jadi mentari, tetes embun atau cahaya rembulan engkau hanya ingin menjadi pembawa kehangatan hujan,,, bagimu begitulah adanya engkau maknai duka untuk bisa tersenyum engkau maknai badai untuk bisa bertahan engkau maknai sunyi sebagai sahabat yang memelukmu kala air mata telah sulit terurai tak ada yang paling menyakitkan bagimu karena hidup kesemuanya adalah luka luka untuk kita tutupi lalu tertoreh lagi dan lagi

De,,,,

De, Kini ku insyafi/ Ada yang mesti ku raih dengan melepasmu/ ku bisikan padamu/ biar tak ada orang lain dengar selain kau/ cinta ini takan mati dalam tangis perpisahan/ hanya saja, ia tersimapan rapih/ menjadi jimat pelindungku saat terbang lebih tinggi/ maka tak perlu lagi tangan kokohmu menjagaku/ De, saksikan lah aku akan lebih dari yang kau impikan/ dan ku yakinkan/ kau tak kan menyesal pernah begitu mendambaku/ Meski akhirnya tak bersama/ Tuhan mempertemukan kita dengan indah/ Maka pergilah dengan indah/ Tanpa menyisakan luka untuk kita/ Meski harus berurai air mata/ Karena semua akan jadi bahagia pada waktunya/

Miss Kim

(16 11 10)       Hari kemarin cukup lucu,. Aku seperti menonton drama korea secara langsung (serial drama Korea is my favorite). Berawal dari kakaku (tetangga rumah yang ku anggap kakaku) memintaku menemaninya memasang gorden pesanan di rumah pasangan orang Korea yang katanya baru pindah dari Seoul dua minggu yang lalu. Kakaku tau aku kuliah di jurusan bahasa Inggris, jadi dia memintaku menjadi penterjemah karena sang pemesan hanya bisa bahasa Korea dan Inggris. Kakaku tak tau bahasa Inggrisku masih sangat amburadul, tapi karena aku penasaran ingin melihat langsung orang Korea tidak dari layar televisi saja, maka ku setujui untuk menemaninya seharian memasang gorden di rumah baru Miss Kim yang ada di perumahan mewah di bilangan Tambun Selatan itu. Saat bertemu dengan Miss Kim, ia cantik terlihat lebih muda dari usiannya, dia mengenakan pakaian santai kaos oblong dan celana legging, ia cukup ramah dan terlihat tidak sombong lalu kusapa dengan ‘hanyang ha...

Teruslah Bermimpi....

15 11 10 “Apa yang kau takutkan dengan semua ini// bukankah kesedihan sering kita alami// keadaan ini buat kita terbiasa//  dengarkan ku bicara teruslah bermimpi// walau kenyataannya jauh berbeda// teruslah bermimpi,  jangan berhenti//  percayaalah… lelah ini hanya sebentar saja, jangan menyerah//  walaupun tak mudah merainya// tetap tersenyumlah biar semakin mudah// karena kesedihanpun ternyata hanya sementara//  menghentikan pikiran dengan mata terpejam// menunggu malam bisa hapus kenyataan// biar saja mimpi jauh membawa kita, owww yeah….” (Teruslah Bermimpi, Ipank’s Song)       Pagi ini seperti biasa kuawali dengan secangkir kopi dan segenap harapan. Meskipun pernah dilarang berharap tapi ku pikir hidup takan indah jika tak menyisakan harap dalam benak. Maka ku biarkan diriku berharap, meski akhirnya harus menelan pahit, namun aku pernah mengecap manis “harapan”.    ...