Beban Ganda
beban ganda, biasa dialami perempuan menikah di negara berkembang, dimana ketika perempuan telah melek pendidikan dan mampu untuk membantu suami dalam mencari uang (bekerja di luar rumah) untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama, bukan berarti dia terlepas dari pekerjaan2 rumah yg dibebankan tetap padanya.
bekerja selama delapan jam di kantor, ditambah dengan pekerjaan rumah seperti memasak, mengurus anak, mengurus keperluan suami, mencuci dan sebagainya jika dilihat dari sisi agama ini menjadi nilai pahala bagi si perempuan, sedang jika dilihat dari sisi humanisme ini adalah ketidak adilan gender terhadap perempuan.
kebutuhan hidup yang besar dan juga pendidikan yang semakin maju membuat perempuan menjadi dilematis, tetap menajadi istri rumahan dengan penghasilan suami yang pas-pasan kadang malah tidak mencukupi atau bekerja di luar rumah dengan beban pekerjaan rumahan yang tidak berkurang?
jika di negara maju, sang suami tidak lagi canggung membantu pekerjaan rumahan seperti mencuci, memasak, mengurus anak dan sebagainya ketika sang istri juga membantunya dalam urusan finansial dengan bekerja di luar rumah.
budaya patriarki yang masih melekat di negara berkembang membuat laki-laki menganggap pekerjaan rumahan adalah pekerjaan perempuan (istri), jadi sangat jarang suami yang mau membantu pekerjaan rumahan yang dianggapnya akan menjatuhkan martabatnya sebagai seorang laki-laki (suami sebagai kepala keluarga).
Medan, 05 Okt 2013
Medan, 05 Okt 2013
Komentar
Posting Komentar