my story with him 01-05-2012

sekilas ingin bercerita namun kadang tak tahu mesti mulai dari mana, pagi ini ku awali dengan masih mengantuk. menjadi sebuah kebiasaan buruk saat suami begadang bekerja, aku pun tak bisa begitu saja tidur dengan nyenyak. sesekali aku terbangun menatapnya masih memandangi monitor komputer sambil menggeser2 mause. sampai pagi menjelang akhirnya kami sama-sama tak tidur. waktu jam kantor tiba, kami pun berangkat bersama, sempat ku menyuruhnya tidur dan bangun agak siang, dan biarkan aku berangkat sendiri dengan kendaraan umum, tapi ia menolak.
Memang, baru dua hari ini lah kami berangkat bersama lagi ke kantor, sempat hampir satu minggu kami tak tegur sapa, pergi sendiri-sendiri, tak jemputan, tak ada telepon, tak ada pesan singkat. aku melaluinya dengan sangat gelisah, yaa itu menjadi ketakutan tersendiri. meski pun aku tak banyak bicara, menuntut atau mengeluh, tapi itu mengganggu pikiran ku. sampai akhirnya keseimbangan tubuhku pun terganggu, aku jatuh sakit.
Awalnya reaksi suamiku dingin, aku pun tak mengeluh aku sakit, aku hanya berbaring saja, ketika tubuhku demam. sampai akhirnya dia pun tak tega membiarkan ku terbaring lemah dengan suhu badan yang tinggi. ia merawat ku, sambil masih menyalahkan aku atas kejadian lalu. aku sangat sedih, aku sempat berpikir manusia macam apa yang Tuhan kirimkan untukku? dan aku juga teringat ibuku yang ku tinggal jauh, apa aku menyakitinya, sampai aku ter sakiti di sini? sampai akhirnya aku menangis, ia tak menyadarinya sampai aku mulai menjawabnya dengan suara parau, ia mencoba menemukan mataku untuk memastikan bahwa aku menangis, namun aku menyembunyikan wajah ku di balik bantal, ia memeluk ku dan meminta maaf telah membuat ku menangis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALYSIS OF THE ELEMENTS IN JAMES BALDWIN’S SHORT STORY SONNY’S BLUES

Woman Hurt

INDIRA (part I)