Pesan untuk SAng Perangkai
Rangkaian tentang kabut senja dan malam
terlebih, mana yang akan merajuk pada temaram?
sudah biasa kita menyaksikan pongah dan ambisi
pada sekelumit harap yang mendilema
ada takut yang menjadi kekuatan
ada bisik yang seolah teriakan
ada kosong dalam harapan
tak berucap bukan berarti mendusta
hanya ingin kau tau bukan dariku
biar tau dari angin, atau,,,
riak air yang berbisik
ucapkan padamu wahai pecinta...
dimabukkah dirimu ??
hingga kalut pada rasa
kau perangkai kata yang ulung
mangapa takut pada senyum seorang gadis?
kembali saja sembunyi di ketiak indukmu
dan menengadah hanya pada waktu tertentu
tak perlu mendamba, tak perlu memuja
gerhana saja datang jarang-jarang
badai saja tak selalu berulang-ulang
sekali saja untuk ini,
kau tampil bagai arjuna
setelah itu semaumu lagi
seperti ku berujar
seperti kau hasratkan
tak peduli kau harus mematikanya
atau kau disambut dekapan hangat setelah itu
ini perjalanan panjang, pernah ku lewati
berkerikil dan berpeluh
tapi percikan itu harus kau songsong
jangan menanti seperti pecundang
terlebih, mana yang akan merajuk pada temaram?
sudah biasa kita menyaksikan pongah dan ambisi
pada sekelumit harap yang mendilema
ada takut yang menjadi kekuatan
ada bisik yang seolah teriakan
ada kosong dalam harapan
tak berucap bukan berarti mendusta
hanya ingin kau tau bukan dariku
biar tau dari angin, atau,,,
riak air yang berbisik
ucapkan padamu wahai pecinta...
dimabukkah dirimu ??
hingga kalut pada rasa
kau perangkai kata yang ulung
mangapa takut pada senyum seorang gadis?
kembali saja sembunyi di ketiak indukmu
dan menengadah hanya pada waktu tertentu
tak perlu mendamba, tak perlu memuja
gerhana saja datang jarang-jarang
badai saja tak selalu berulang-ulang
sekali saja untuk ini,
kau tampil bagai arjuna
setelah itu semaumu lagi
seperti ku berujar
seperti kau hasratkan
tak peduli kau harus mematikanya
atau kau disambut dekapan hangat setelah itu
ini perjalanan panjang, pernah ku lewati
berkerikil dan berpeluh
tapi percikan itu harus kau songsong
jangan menanti seperti pecundang
Komentar
Posting Komentar